Jepang Indonesia Kembangkan Wisata Syariah (Koran Republika 03-02-2014)

03-02-2014, 05:33:01

Jepang Indonesia Kembangkan Wisata Syariah
 
Jepang serius untuk mengembangkan pariwisata syariah, termasuk hotel syariah
 
Jakarta - Potensi industri pariwisata syariah global menarik perhatian Jepang. Negara Matahari Terbit itu menggandeng pelaku pariwisata syariah Indonesia untuk mengembangkan industri senilai 126 miliar dolar AS itu.

Berdasarkan data konsultan bidang travel Cresentrating Halal Friendly Travel dan Dinarstandard, belanja wisatawan Muslim global pada 2011 mencapai 126 miliar dolar AS. Lembaga itu memprediksi angka tersebut meningkat pesat menjadi 192 miliar dolar AS pada 2020. Satu hal yang perlu dicatat, data ini diluar belanja wisata religi, seperti haji dan umrah. Angka belanja wisata religi haji dan umrah umumnya mencapai 16 - 18 miliar dolar AS.

Pekan lalu, Halal Development Foundation Japan (HDFJ) mengundang Ketua Asosiasi Hotel dan Restaurant Syariah Indonesia (AHSIN) Riyanto Sofyan untuk menjelaskan potensi pariwisata syariah global. Selain Riyanto, HDFJ juga mengundang Ketua MUI Amidhan, Sekjen MUI Ichwan Syam, dan Ketua LPPOM MUI Lukmanul Hakim.

Dalam pertemuan pertama, 22 januari lalu itu MUI, Sofyan Hotels and Management, dan HDFJ sepakat untuk bekerja sama mengembangkan industri halal, termasuk pariwisata dan perhotelan di Jepang. Sebelumnya, sejak 2012, Sofyan Hotel juga membantu gran plan pariwisata syariah Tanah Air yang diprakasai Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Sekretaris pertama Kedutaan Besar Jepang, Kamite, menyampaikan bahwa Wakil Menteri Pertanian, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata (MLIT) Manabu Sakai berencana datang ke Indonesia, Berdasarkan informasi Kamite, Wakil Menteri MILT Sakai datang sebagai Kepala Delegasi Kementerian. Ia dikabarkan sangat tertarik untuk mengembangkan hotel halal dan pariwisata syariah.

Ia juga ingin melihat langsung dapur halal milik Sofyan Hotel. Serta merasakan sendiri bagaimana makan siang dengan label "halal". "Jepang serius untuk mengembangkan pariwisata syariah, termasuk hotel syariah," kata Riyanto Sofyan kepada Republika, Ahad (2/2).

Riyanto menjelaskan, mereka diundang ke Jepang untk menyampaikan materi tentang industri pariwisata syariah global, khususnya tentang cara mengembangkan Muslim and Family Freindly Tourism secara umum di Jepang. "MLIT Jepang secara resmi meminta kepada Sofyan Hotels untuk memebrikan bantuan supervisi dan konsultasi ke MILT Jepang dan Japan Tourism Industry (Industri Pariwisata Jepang) untuk mengembangkan Muslim and Family Freindly Tourism di Jepang, khususnya tentang sharia compliant hotel dan restoran halal di Jepang," ujar Riyanto.

Ia menambahkan, Jepang memiliki potensi besar untuk mengembangkan pariwisata syariah. Apalagi Jepang memiliki banyak lokasi wisata, tempat Muslim dari berbagai negara termasuk Indonesia senang berkunjung ke sana.

Ketika melakukan muhibah ke Jepang, ia merasakan antusiasme besar dari Pemerintah Jepang. "Awak media masih terus bertanya, bahkan setelah seminar usai," kata Riyanto yang juga Chairman Sofyan Hotels.

Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim menyatakan proses sertifikasi halal merupakan hal penting bagi umat Islam. Sedangkan, masyarakt Indonesia sangat menyukai makanan Jepang dan produk-produk asal Jepang. "Tapi tanpa sertifikasi halal," ujarnya.

Riyanto juga mengatakan Sofyan Hotels diminta membantu dan menyupervisi Ministry of Tourism and Culture / Islamic Tourism Center Malaysia untuk melaksanakan First Inaugural Joint Seminar on Islamic Tourism 2014 - Muslim Freindly Hospitality Services di Kuala Lumpur, 17 dan 18 Februari 2014.

ed: irwan kelana
Sumber: Koran Republika 03-02-2014

Komentar Anda
 

Daftar Berita